Asal Mula Penamaan Batu Pangcalikan di Citepok Sumedang Sebelum Jadi Destinasi Wisata

- 3 April 2024, 14:35 WIB
Kawasan Leuwi Tonjong, lokasi Situs Batu Pangcalikan di sekitar aliran Sungai Cipeles, wilayah Desa Citepok, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang.
Kawasan Leuwi Tonjong, lokasi Situs Batu Pangcalikan di sekitar aliran Sungai Cipeles, wilayah Desa Citepok, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang. /kabar-sumedang.com/Taufik Rohman /

KABAR SUMEDANG - Aliran Sungai Cipeles yang melintasi wilayah Desa Citepok Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, kini telah dimanfaatkan sebagai tempat wisata alam rafting oleh Pemerintah Desa Citepok.

Destinasi wisata yang dikenal dengan nama Pangcalikan Rafting ini, diambil dari nama situs Batu Pangcalikan yang berada di sekitar aliran Sungai Cipeles, Blok Leuwi Tonjong, wilayah perbatasan Desa Citepok, dengan Desa Sukatali Kecamatan Situraja.

Menurut cerita masyarakat setempat, Batu Pangcalikan ini, dulunya merupakan sebuah sungai yang paling sering dikunjungi oleh Pangeran Aria Soeriaatmadja, salah seorang bangsawan Sumedang yang cukup dikenal dengan sebutan Pangeran Mekah.

Baca Juga: Menilik Kekayaan Alam yang Tersedia di Geopark Lembah Cisaar Jatigede Sumedang

Setiap kali Kanjeng Pangeran datang ke sungai tersebut, Bupati Sumedang terkaya di masa lalu itu konon selalu duduk di atas batu yang sama, yakni di sekitar Leuwi Tonjong.

Saking seringnya duduk di batu itu, warga akhirnya menamai batu tersebut dengan istilah Batu Pangcalikan. Batu berukuran besar yang masih berdiri sampai sekarang di sekitar Leuwi Tonjong Sungai Cipeles itu, dulunya selalu dijadikan tempat duduk oleh Pangeran Mekah atau Kanjeng Pangeran, saat akan marak di sungai. 

Warga di sana meyakini kalau batu tersebut sampai sekarang masih memiliki energi mistis yang kuat, sehingga tidak heran jika banyak warga yang datang ke lokasi itu hanya untuk melakukan ritual duduk di batu tersebut.

Baca Juga: Sosok Raja Paling Tampan di Kerajaan Sumedang Larang, Miliki Tiga Istri dan Punya Nasab dari Ulama Besar

Berdasarkan cerita yang diceritakan secara turun temurun, Pangeran Aria Soeriaatmadja ini dulunya sering mengumpulkan palika untuk mencari ikan di sekitar Leuwi Tonjong Sungai Cipeles. Selama para palika mencari ikan, Kanjeng Pangeran suka menunggunya sambil duduk santai di Batu Pangcalikan.

Karena kebiasaan itulah, masyarakat setempat akhirnya menamai batu besar tempat duduk Pangeran Aria Soeriaatmadja itu dengan nama Batu Pangcalikan.

Halaman:

Editor: Taufik Rochman (Kabar Priangan)


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah